Sabtu, Agustus 29, 2009
CATATAN CINTA & KEHIDUPAN
Kamis, Agustus 27, 2009
CINTA & KEHIDUPAN

PLATO BERTANYA TENTANG CINTA & KEHIDUPAN
Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, " Apa itu cinta ? Bagaimana saya menemukannya ? Gurunya menjawab, " Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menajubkan, artinya kamu telah menemukan cinta".
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa satupun ranting ?" Plato menjawab, " Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali ( berbalik ).
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya". Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta ".
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya," Apa itu perkawinan ? Bagaimana saya bisa menemukannya ? " Gurunya pun menjawab " Ada hutan yang subur di epan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali ( menoleh ) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan". Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa - biasa saja. Gurunya bertanya " Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu ?" Plato pun menjawab, " sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk - buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya". Gurunya pun kemudian menjawab," Dan ya itulah perkawinan."
Minggu, Agustus 23, 2009
FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS DIRI REMAJA
Oleh : YAYUK SULISTYOWATI
Perkembangan identitas diri remaja, sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait satu sama lain. Faktor - faktor itu sangat menentukan kehidupan seorang remaja dimana dia hidup dan bertempat tinggal. Faktor - faktor yang dimaksud antara lain sebagai berikut :
- Orang Tua, dalam hal ini adalah pola asuhnya
- Lingkungan sosialnya
- Referensi bacaannya termasuk media yang sering dia konsumsi
- Figur yang diidolakan
- Teman akrabnya.
Tingkat ientitas pada orang tuanya sejak masa kanak - kanak hingga mencapai masa remaja, sangat berperan memberikan arah pembentukan diri remaja, sebab orang tua adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Semua sikap dan perilaku orang tua menjadi sumber identifikasi bagi anak, dan selanjutnya menjadi bagian penting dari komponen pembentuk identitas dirinya. Akan tetapi, persoalannya adalah apakah orang tua cukup dapat dijadikan sumber identifikasi bagi proses pembentukan identitas diri, ketika anak - anak itu menginjak masa remaja.
Pembentukan identitas diri remaja juga dipengaruhi pola asuh yang diterapkan oleh orang tua atau pihak yang mengasuh dan merawat individu tersebut. Menurut Purwadi ( 2000 ) bahwa pengasuhan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dalam pembentukan identitas diri remaja. Dalam hal ini, bagaimana orang tua mendidik dan memperlakukan anak. Orang tua menjai sumber inspirasi dan informasi, figur tokoh identifikasi anak, sehingga sikap dan perilaku orang tua akan memberi pengaruh sikap dan perilaku anak.
Keluarga merupakan jaringan sosial anak, sebab keluarga merupakan lingkungan pertama anak yang paling penting selama tahun - tahun formatif awal. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pembentukan identitas dirinya, sangat tergantung orang tua. Orang tua ugalah pertama kali memberi fasilitas, termasuk kesempatan kepada anak untuk memainkan fungsi dan peranan dalam keluarga dan konteks kehidupan yang lebih luas. mengingat gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua memiliki suasana dan kesempatan berbeda untuk mengekspresikan gagasan, pikiran dan kecendrungannnya, identitas diri yang terbentuk karenanya akan memiliki sifat yang berbeda pula.
Keberadaan figur sukses yang dilihat remaja juga ikut memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pembentukan identitas diri remaja. Remaja melihat, menilai dan menemukan nilai - nilai yang dianggap baik ada pada figur tokoh tersebut, selanjutnya diinternalisasi kedalam dirinya untuk dijadikan bagian dari pembentukan identitas dirinya. harapan sosial tentang identitas seseorang, ikut memberi kontribusi bagi pembentukan identitas diri remaja. Harapan - harapan itu muncul dalam keluarga, sekolah dan teman sebayanya. Setiap individu akan selalu menghadapi tuntutan itu.
Faktor lain yang cukup memiliki kontribusi pada proses pembentukan identitas diri remaja, yaitu seberapa tingkat keberhasilan seseorang mengungkap berbagai alternatif identitas diri. Artinya, seberapa banyak seseorang itu mampu mengungkap dan menemukan pilihan komponen - komponen isi pembentuk identitas dirinya. Semakin banyak alternatif pilihan dapat diungkap, baik melalui sumber bacaan, media maupun melalui pengamatan terhadap obyek - obyek di lingkungan sekitarnya, semakin lengkap pula komponen yang akan ikut membentuk identitas diri remaja. Selain faktor - faktor yang telah disebutkan di atas, kepribadian yang dicapai pada masa remaja, juga memberikan andil yang sangat signifikan bagi proses pembentukan dirinya. maksudnya adalah bagaimana keadaan kepribadian pada suatu masa remaja, akan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk identitas diri. hal ini sesuai dengan ungkapan Reese ( 1977 ) bahwa tahap perkembangan satu dengan tahap yang lainnya merupakan kelanjutan. jadi sifat kepribadian pada masa sebelumnya memiliki andil penting bagi pembentukan identitas diri remaja.
Sabtu, Agustus 22, 2009
PUISI DALAM SEBUAH LAGU
Jumat, Agustus 21, 2009
IDENTITAS DIRI REMAJA


