Minggu, Agustus 23, 2009

FAKTOR PEMBENTUK IDENTITAS DIRI REMAJA


Oleh : YAYUK SULISTYOWATI

Perkembangan identitas diri remaja, sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait satu sama lain. Faktor - faktor itu sangat menentukan kehidupan seorang remaja dimana dia hidup dan bertempat tinggal. Faktor - faktor yang dimaksud antara lain sebagai berikut :

  1. Orang Tua, dalam hal ini adalah pola asuhnya
  2. Lingkungan sosialnya
  3. Referensi bacaannya termasuk media yang sering dia konsumsi
  4. Figur yang diidolakan
  5. Teman akrabnya.

   Tingkat ientitas pada orang tuanya sejak masa kanak - kanak hingga mencapai masa remaja, sangat berperan memberikan arah pembentukan diri remaja, sebab orang tua adalah lingkungan pertama dan utama bagi anak. Semua sikap dan perilaku orang tua menjadi sumber identifikasi bagi anak, dan selanjutnya menjadi bagian penting dari komponen pembentuk identitas dirinya. Akan tetapi, persoalannya adalah apakah orang tua cukup dapat dijadikan sumber identifikasi bagi proses pembentukan identitas diri, ketika anak - anak itu menginjak masa remaja.

    Pembentukan identitas diri remaja juga dipengaruhi pola asuh yang diterapkan oleh orang tua atau pihak yang mengasuh dan merawat individu tersebut. Menurut Purwadi ( 2000 ) bahwa pengasuhan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dalam pembentukan identitas diri remaja. Dalam hal ini, bagaimana orang tua mendidik dan memperlakukan anak. Orang tua menjai sumber inspirasi dan informasi, figur tokoh identifikasi anak, sehingga sikap dan perilaku orang tua akan memberi pengaruh sikap dan perilaku anak.

   Keluarga merupakan jaringan sosial anak, sebab keluarga merupakan lingkungan pertama anak yang paling penting selama tahun - tahun formatif awal. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pembentukan identitas dirinya, sangat tergantung orang tua. Orang tua ugalah pertama kali memberi fasilitas, termasuk kesempatan kepada anak untuk memainkan fungsi dan peranan dalam keluarga dan konteks kehidupan yang lebih luas. mengingat gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua memiliki suasana dan kesempatan berbeda untuk mengekspresikan gagasan, pikiran dan kecendrungannnya, identitas diri yang terbentuk karenanya akan memiliki sifat yang berbeda pula.

   Keberadaan figur sukses yang dilihat remaja juga ikut memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pembentukan identitas diri remaja. Remaja melihat, menilai dan menemukan nilai - nilai yang dianggap baik ada pada figur tokoh tersebut, selanjutnya diinternalisasi kedalam dirinya untuk dijadikan bagian dari pembentukan identitas dirinya. harapan sosial tentang identitas seseorang, ikut memberi kontribusi bagi pembentukan identitas diri remaja. Harapan - harapan itu muncul dalam keluarga, sekolah dan teman sebayanya. Setiap individu akan selalu menghadapi tuntutan itu.

    Faktor lain yang cukup memiliki kontribusi pada proses pembentukan identitas diri remaja, yaitu seberapa tingkat keberhasilan seseorang mengungkap berbagai alternatif identitas diri. Artinya, seberapa banyak seseorang itu mampu mengungkap dan menemukan pilihan komponen - komponen isi pembentuk identitas dirinya. Semakin banyak alternatif pilihan dapat diungkap, baik melalui sumber bacaan, media maupun melalui pengamatan terhadap obyek - obyek di lingkungan sekitarnya, semakin lengkap pula komponen yang akan ikut membentuk identitas diri remaja. Selain faktor - faktor yang telah disebutkan di atas, kepribadian yang dicapai pada masa remaja, juga memberikan andil yang sangat signifikan bagi proses pembentukan dirinya. maksudnya adalah bagaimana keadaan kepribadian pada suatu masa remaja, akan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk identitas diri. hal ini sesuai dengan ungkapan Reese ( 1977 ) bahwa tahap perkembangan satu dengan tahap yang lainnya merupakan kelanjutan. jadi sifat kepribadian pada masa sebelumnya memiliki andil penting bagi pembentukan identitas diri remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar